Menggunakan RPM

RPM adalah singkatan dari Red Hat Package Manager, sebuah software yang digunakan dalam distribusi Red Hat dan distribusi lain yang merupakan turunan dari Red Hat untuk mengatur paket-paket program yang diinstal. RPM memudahkan dalam menginstal, menghapus maupun mengupgrade paket-paket yang ada dalam sebuah sistem.

Sebuah program yang dijalankan dalam sistem Linux seringkali terdiri dari ratusan file yang harus ditempatkan pada lokasi tertentu, dengan RPM, pekerjaan instalasi, upgrade dan menghapus program tersebut akan menjadi jauh lebih mudah. File-file program, dokumentasi, keterangan mengenai program, dimana file-file program itu nantinya akan diletakkan pada waktu instalasi, berapa ruang hard disk yang diperlukan, paket-paket RPM lain yang dibutuhkan supaya paket tersebut dapat berjalan dan seterusnya dijadikan satu dalam sebuah paket RPM.
Ketika sebuah paket RPM diinstal, secara otomatis RPM akan memeriksa apakah sistem tersebut sudah memenuhi syarat untuk program yang akan diinstal dapat berjalan dengan baik, kemudian menjalankan script sebelum dan sesudah program diinstal supaya program tersebut dapat berjalan.

RPM juga memiliki sebuah database yang berisi catatan mengenai file-file dan paket-paket yang sudah terinstal dalam sistem sehingga dapat dengan mudah diketahui paket mana yang sudah terinstal, sebuah file termasuk dalam paket yang mana dan seterusnya. Hal-hal tersebut sangat memudahkan user dalam mengatur program-program dalam sebuah sistem.
Penamaan paket RPM memiliki standar tersendiri sebagai berikut:

(nama)-(versi)-(build).(platform).rpm

misalnya:

ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dimana 0.99 adalah versi dari paket tersebut dan 11 adalah versi build nya, i386 berarti paket tersebut adalah versi untuk mesin intel 386 keatas.

Menggunakan RPM
RPM dapat diakses dengan menggunakan baris perintah ataupun dengan menggunakan interface grafik dengan program tambahan seperti kpackage, gnorpm, glint.

Keuntungan menggunakan baris perintah adalah tidak terikat pada desktop environment yang ada, dapat digunakan pada komputer yang tidak memiliki Xwindows dan dapat menggunakan wildcard untuk menginstal beberapa paket sekaligus. Untuk melakukan instalasi biasanya harus digunakan user root.

Pada bagian berikut hanya akan diterangkan penggunaan RPM dengan menggunakan baris perintah.

Menginstal Paket
Untuk menginstal paket baru digunakan perintah RPM sebagai berikut:

# rpm i namapaket.rpm

yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan perintah diatas, nama file harus diketik dengan lengkap, perhatikan contoh berikut:

# rpm i ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dengan menggunakan perintah diatas, paket akan diinstal tanpa mengeluarkan output apa-apa, untuk melihat paket apa saja yang diinstal, tambahkan parameter v (verbose) sehingga perintahnya akan menjadi seperti berikut:

# rpm iv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas hanya akan menampilkan paket-paket yang diinstal, untuk dapat melihat proses instalasinya, tambahkan parameter h (hash), perintahnya akan menjadi sebagai berikut:

# rpm ivh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

biasanya perintah terakhir diatas yang paling umum digunakan untuk melakukan instalasi. Untuk dapat melihat secara mendetail, file apa saja yang diinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm ivv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Instalasi paket RPM juga dapat dilakukan melalui network. RPM memiliki program FTP dan klien Web yang dapat digunakan untuk mengambil paket RPM di internet atau intranet. Jika sistem yang digunakan terhubung dalam sebuah jaringan internet atau intranet, dapat digunakan perintah berikut:

# rpm ivh ftp://ftp.redhat.com/path/namapaket.rpm

# rpm ivh http://di.intranet.com/path/namapaket.rpm

Memeriksa Paket Terinstal
RPM juga dapat digunakan untuk memeriksa paket yang sudah terinstal, hal ini digunakan untuk memeriksa apakah ada file yang berubah atau hilang karena adanya kesalahan sistem atau kerusakan harddisk, dapat pula digunakan untuk melacak adanya pengguna sistem yang tidak diinginkan yang mengacak-acak sistem. Untuk melakukannya, gunakan perintah:

# rpm V namapaket.rpm

parameter V diatas ditulis dengan menggunakan huruf besar, contoh:

# rpm V ymessenger-0.99-11.i386.rpm

atau untuk memeriksa semua paket RPM yang terinstal dalam sistem cukup gunakan perintah:

# rpm Va

perintah ini akan memeriksa dan mencocokkan MD5 sum, ukuran file, symbolic link, waktu modifikasi terakhir, device, user, grup dan hak akses.

Kadang perbedaan memang ada, seperti misalnya ketika kita mengedit sebuah file konfigurasi, tentunya akan ada perubahan ukuran dan waktu modifikasi jika diperiksa dengan menggunakan perintah diatas.

Tetapi biasanya file binary tidak berubah, jadi harus diwaspadai ketika ada perubahan pada file /bin/login, kemungkinan sistem tersebut sudah pernah dimasuki oleh orang-orang yang tidak diinginkan.

Mengupgrade Paket
Untuk melakukan upgrade versi baru pada paket yang sudah terinstal, digunakan perintah:

# rpm Uvh namapaket.rpm

perlu diperhatikan bahwa parameter U harus ditulis dengan huruf besar, contohnya sebagai berikut:

# rpm Uvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas tetap akan menginstal paket walaupun sebelumnya paket tersebut tidak ada. Untuk mengupgrade hanya paket yang sudah ada di dalam sistem, gunakan perintah berikut:

# rpm Fvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Mendowngrade Paket
Ada kalanya paket RPM yang baru tidak berjalan dengan baik karena masih memiliki bug ataupun hal lainnya sehingga harus dikembalikan ke versi lamanya, untuk memasang versi lama tersebut ke dalam sistem digunakan perintah berikut:

# rpm Uvh -oldpackage namapaket.rpm

contohnya adalah sebagai berikut:

# rpm Uvh -oldpackage ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Menghapus Paket
Kadang ada paket yang sudah tidak digunakan dan akan dihapus dari sistem, untuk itu gunakan perintah:

# rpm e namapaket

misalnya:

# rpm e ymessenger

kadang ada paket lain yang membutuhkan file dari paket yang akan dihapus, jika ini terjadi, maka perintah diatas akan mencetak pesan kesalahan, untuk memaksa supaya paket tersebut tetap dihapus, gunakan parameter –nodeps, sehingga perintahnya menjadi seperti berikut:

# rpm e –nodeps ymessenger

Melihat Paket Terinstal
Untuk melihat paket apa saja yang sudah ada di dalam sistem digunakan perintah:

# rpm -qa

ketika perintah tersebut dijalankan, maka akan dicetak seluruh paket RPM yang terinstal di dalam sistem, untuk menampilkan hanya paket tertentu saja, perintah ini dapat digabungkan dengan perintah grep, misalnya untuk mencari paket yang mengandung kata ftp, perintahnya:

# rpm qa | grep ftp

karakter pipe (|) digunakan untuk memasukkan hasil dari perintah di sebelah kiri sebagai inputan untuk perintah di sebelah kanannya.

Melihat Daftar File dalam suatu Paket
Untuk melihat daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM, gunakan perintah berikut:

# rpm ql namafile.rpm

contohnya:

# rpm ql ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas akan menampilkan daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM.

Melihat Deskripsi Paket Terinstal
Untuk melihat deskripsi paket yang sudah terinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm qi namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qi ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Melihat Asal Paket dari suatu File
Untuk melihat asal paket dari sebuah file yang sudah terinstal di dalam sebuah sistem, gunakan perintah:

# rpm q –whatprovides /path/ke/file/namafile

contohnya:

# rpm q –whatprovides /opt/ymessenger/bin/ymessenger

Melihat Kebutuhan sebuah Paket
Untuk melihat sebuah paket RPM membutuhkan paket RPM apa saja untuk dapat berjalan, gunakan perintah:

# rpm qR namapaket.rpm

atau untuk paket yang belum terinstal, gunakan perintah:

# rpm qpR namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qR ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Masalah yang Sering Terjadi
Masalah yang sering terjadi dalam menggunakan RPM adalah ketergantungan suatu paket dengan paket yang lainnya, misalnya ketika menginstal paket A, ternyata paket A membutuhkan paket B, tetapi RPM akan memberitahu nama paket atau program yang diperlukan.

Catatlah nama paket atau program yang dibutuhkan tersebut, kemudian cari pada CD distribusinya, cari paket dengan nama yang mirip dengan nama paket atau program yang diperlukan tersebut. Ada kalanya paket yang diperlukan tersebut memerlukan paket lainnya lagi, sehingga proses ini mungkin akan menjadi panjang.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan situs RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net), ketikkan nama paket atau program yang diperlukan pada halaman utama situs tersebut, hasil pencarian akan menampilkan paket-paket yang berhubungan dengan paket yang dicari.

Situs tersebut juga dapat menampilkan informasi kebutuhan paket dari suatu paket RPM. Sesudah diketahui paket apa saja yang diperlukan, paket tersebut dapat di download pada situs tersebut atau dapat dicari pada CD distribusinya.

Kadang dapat terjadi juga paket-paket yang saling membutuhkan, misalnya syarat untuk paket A dapat diinstal adalah paket B, tetapi ketika paket B akan diinstal, dia membutuhkan paket A. hal ini dapat diatasi dengan menggunakan parameter –nodeps, contohnya:

# rpm ivh –nodeps namapaket.rpm

Kadang juga dapat terjadi sebuah paket dengan versi yang sama atau lebih baru dilaporkan sudah terinstal, padahal paket tersebut belum terinstal, gunakan parameter force untuk memaksa instalasi paket tersebut:

# rpm ivh –force namapaket.rpm

Hati-hati dalam menggunakan parameter –nodeps dan –force karena kadang hal tersebut akan menyebabkan program tidak berjalan dengan baik.

Kadang sebuah paket gagal diinstal karena library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih baru daripada library yang diperlukan oleh paket tersebut. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan membuat sebuah link (shortcut) dari library yang ada dalam sistem tersebut dengan nama yang sama dengan library yang diperlukan oleh paket yang akan diinstal. Misalnya sebuah paket RPM memerlukan library yang bernama library.so.3, sedangkan library yang ada di dalam sistem adalah library.so.4 (versi yang lebih baru), untuk itu buat sebuah link dengan perintah sebagai berikut:

# ln -s /usr/lib/library.so.3 /usr/lib/library.so.4

Perintah diatas akan membuat sebuah file yang bernama library.so.3 yang merupakan link ke file library.so.4.

Setelah itu coba instal sekali lagi paket RPM tersebut. Jika library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih lama, maka library tersebut sebaiknya di upgrade.
Masalah lain lagi yang jarang terjadi adalah masalah versi RPM, pada distribusi Linux versi lama, RPM yang digunakan adalah RPM versi 3 sedangkan dalam distribusi Linux yang baru, digunakan RPM versi 4. Paket yang dibuat dengan menggunakan RPM versi 4 tidak dapat dibuka pada RPM versi 3. Jika hal ini terjadi, hal yang dapat dilakukan adalah mengupgrade RPM yang ada di dalam sistem tersebut dengan RPM versi 4.

Menggunakan Midnight Commander
Midnight Commander atau sering disingkat dengan mc, adalah sebuah file manager yang berjalan di dalam Linux, paket ini sering terdapat pada distribusi-distribusi Linux yang ada.
Jalankan program ini dengan mengetikkan perintah mc, setelah itu anda dapat membuka sebuah paket RPM seperti anda membuka sebuah direktori. Anda juga dapat mengkopi sebuah file dari sebuah paket RPM dengan menggunakan mc.

Lebih Lanjut dengan RPM
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang RPM, dapat digunakan bahan berikut:
– Gunakan perintah rpm h untuk mempelajari dasar-dasar RPM.
http://www.rpm.org, disini dapat ditemukan buku Maximum RPM yang dapat di download dengan gratis.
– Gunakan RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net) untuk mencari paket-paket RPM yang diperlukan dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: