X Japan

X Japan
Taiji, Pata, Yoshiki, Toshi, hide, Heath

Dari kiri ke kanan: Taiji, Pata, Yoshiki, Toshi, hide, Heath
Latar belakang
Asal Jepang Chiba, Jepang
Genre Heavy metal
Classic Orchestra
Progressive Rock
Speed metal
Visual Kei
Tahun aktif 1982 – 1997, 2007 – sekarang
Perusahaan rekaman Extasy, Sony, Atlantic
Berhubungan
dengan
Dope Headz, Hide with Spread Beaver, Ra:In, Violet UK
Situs web www.xjapan.ne.jp
Anggota
Toshi
Pata
Heath
Yoshiki
Mantan anggota
Hide (meninggal dunia)
Taiji

X Japan (エックス ジャパン?) adalah band musik J-Rock asal Jepang yang dibentuk tahun 1982 oleh pianis sekaligus drumer bernama Yoshiki dan vokalis Toshimitsu “Toshi” Deyama.[1] Band yang aslinya bernama X ini melambung ke puncak kesuksesan setelah merilis album kedua mereka Blue Blood. Mereka memulai karir sebagai band Heavy metal dan akhirnya beralih ke Progressive Rock, sambil terus menulis lagu-lagu ballad. Mereka sendiri menyebut musik mereka sebagai “Speed Metal” dan “Rock Ballad”. Setelah mengeluarkan 3 album berikutnya, band ini bubar tahun 1997, setelah menyelenggarakan konser “The Last Live” tanggal 31 Desember 1997.

<!–
//
// –>

Sejarah

Tahun-tahun awal (1976-1983)

Band ini direncanakan sejak 1976 oleh Yoshiki Hayashi dan Toshi (Toshimitsu Deyama) saat mereka masih di SD. Terpengaruh musik hard rock Barat, band ini meniru gaya KISS. Sebelum band diberi nama X, mereka menggunakan nama Dynamite (dari 1978-1980), dan Noise (1980 hingga musim panas 1982). Nama band baru diubah menjadi X Japan di tahun 1992, setelah keluarnya pemain bass terdahulu mereka, Taiji.

Yoshiki, Toshi, dan Terry pertama kali melakukan pertunjukkan live di tahun 1982-1983. Pada waktu itu mereka naik panggung di festival yang diadakan di SMA mereka di Chiba. Saat itu mereka sudah membawakan lagu asli ciptaan Yoshiki berjudul “I’LL KILL YOU” dan “We are X”. Selain itu, di festival yang sama, mereka membawakan lagu “Burn” ([Deep Purple]),”In the Mirror” (Loudness), dan “Killers” (Iron Maiden). Band ini juga memainkan lagu-lagu milik band asal Barat sewaktu mengikuti audisi band “East West Japan” tahun 1982(pada saat itu nama band ini masih “noise”), saat itu mereka memainkan lagu “Rock and Roll” (Led Zeppelin) dan Burn (Deep Purple).

Era Indie (1984-1988)

X merilis demo tape pertama mereka “I’LL KILL YOU” pada tahun 1984 di perusahaan rekaman Dada Records. Di dalam demo tape tersebut berisi 3 buah lagu: “I’LL KILL YOU”, “We are X”, dan “Stop Bloody Rain”.

Lagu-lagu dalam demo tape ini membuat kelompok ini mulai dikenal, dan dilanjutkan dengan merilis sebuah indie single berjudul “I’LL KILL YOU” dengan “BREAK THE DARKNESS” sebagai c/w di bulan Juni 1985. Anggota X saat itu terdiri dari Yoshiki (drum & piano), Toshi (vokal), Yuji (gitar), Tomoyuki (gitar), dan Tokuo (bass). Pada mulanya, cara berpakaian mereka menyebabkan tidak ada label rekaman yang mau mengontrak mereka untuk rekaman, tapi gaya berpakaian ala X nantinya menjadi ciri khas gerakan Visual Kei dalam musik rock Jepang.

Tidak berhenti begitu saja, Yoshiki membuat taruhan besar dalam hidupnya dan menjual seluruh harta warisan ayahnya untuk mendirikan label rekaman sendiri dengan nama Extasy Records. Perusahaan rekaman ini nantinya menjadi label rekaman pertama khusus band-band Visual Kei, termasuk di antaranya: Luna Sea, Glay, dan Zi:KILL.

Di akhir Juni 1985, mereka merilis 2 demo tape,”X Live” (dikenal sebagai “Live”) dan “Endless Dream”. Masing-masing memiliki lagu yang sama (“Kurenai”, “Stop Bloody rain”, “Lady in Tears”,dan “Endless Dream”), tapi dengan urutan lagu yang berbeda. Di bulan Juli 1985, mereka menampilkan versi baru dari lagu “BREAK THE DARKNESS” di album kompilasi “Heavy Metal Force III”.

Di bulan April 1986, indie single ke dua,”ORGASM” dirilis Extasy Records.Single ini terdiri atas lagu “Orgasm”, “Time Trip Loving” (ditulis oleh Jun) serta “X”. Setelah EP ini dirilis, mereka memulai untuk tur.

Demo tape “Kurenai” dirilis di awal tahun 1986, berisikan lagu “Kurenai” (dalam bahasa Inggris).

Single “Feel Me Tonight” dirilis pada tahun 1985. Lagu ini nampaknya pertama kali dibawakan pada pertunjukkan Live saat ulang tahun Yoshiki pada 20 November 1985, sedangkan lagu “Stab Me in the Back” (c/w) tidak pernah dibawakan secara live hingga di tahun 1986. Kedua lagu tersebut dinyanyikan oleh Hally. Pada tahun ini juga, mereka membawakan lagu “God Save The Queen” yang aslinya dibawakan kelompok Sex Pistols.

Musim panas tahun 1986 (diyakini bulan Juni), mereka merilis “Jun Demo Tape”. Di dalam demo tersebut terdapat 4 lagu: “Right Now”, “Only Way”, “Tune Up Baby” dan track ke-4 yang tanpa judul. “Only Way” dibawakan pada pertunjukan live tahun itu. Pada tahun itu juga (27 Juli 1986), Toshi, Yoshiki, dan Jun, pertama kali tampil di televisi,yaitu di acara berjudul Tensai Takeshi no Genki ga Deru Terebi. Di bulan Agustus, lagu mereka “Kurenai” dijadikan bonus CD di majalah Rockin F dengan versi yang berbeda, yaitu dibuka dengan alunan piano dan dengan lirik campuran dari versi Inggris dan versi Jepang.

Di bulan Maret 1987, mereka memasukkan 2 lagu: “Stab Me in the Back” dan “No Connexion” ke dalam album kompilasi Skull Trash Zone Vol.1. Anggota resmi saat itu terdiri dari: Toshi, Yoshiki, dan Taiji. Gitaris mereka, Isao patah lengan karena kecelakaan mobil, sehingga Pata ikut bergabung sebagai gitaris pendukung, tapi bukan sebagai anggota resmi. Sementara itu, Yoshiki mendengar di Yokosuka terdapat band rock yang sangat terkenal bernama Saver Tiger, tetapi band tersebut sudah bubar. Tetapi Yoshiki mengenal leader band tersebut yang bernama hide (mereka pertama kali bertemu saat X dan Saver Tiger ikut serta dalam Heavy Metal Force vol.III). Yoshiki lalu menelepon hide dan mengajaknya bergabung dengan X.

Hide menyambut ajakan Yoshiki dan resmi sebagai gitaris X sejak bulan Maret 1987. Bulan berikutnya (April 1987), Pata diangkat sebagai menjadi gitaris resmi, melengkapi formasi band X. Di bulan Agustus 1987, mereka merilis 2 buah rekaman live: “Xclamation”. Di dalamnya terdapat lagu “Xclamation”, “Stab Me in the Back”, dan “Kurenai” (English Version). Pada 26 Desember 1987, sewaktu X melakukan pertunjukan di Audisi CBS Sony, mereka memainkan “Xclamation”, “Piano solo~Kurenai (English)”, dan “Orgasm”.

Era X (1988-1992)

Toshi,Taiji,Yoshiki,Pata,hide

ki-ka:Toshi,Taiji,Yoshiki,Pata,hide

Di tahun 1988, X merilis album perdana: Vanishing Vision (14 April 1988). Pada saat itu, anggotanya adalah Yoshiki (drum, piano), Toshi (vokal), hide (gitar), Pata(gitar), dan Taiji (bass). Album tersebut laris dan dicetak ulang di bulan Oktober dengan bonus lagu “Stab Me in the Back”, dan kembali laris. Di bulan Oktober 1989 kembali dicetak ulang dan juga laris, sehingga album tersebut dicetak ulang lagi di tahun 1990, muncul dalam box set di tahun 1990-an, dan sekali lagi tersedia dalam bentuk CD di tahun 2001.

Majalah Street Rock Video VOS menampilkan Toshi sebagai sampul majalah mereka di bulan November 1988. Edisi bulan tersebut memberikan VCD klip X memainkan lagu “Vanishing Vision” dan “Orgasm” di Kyoto Sports Valley, berikut wawancara dengan Yoshiki yang saat itu sedang menandatangani kontrak dengan Sony. Sementara itu, Toshi & Yoshiki ikut berpartisipasi dalam L.O.X. Shake Hand “compilation album”. Album kompilasi ini bukan berisi kumpulan lagu dari band yang berbeda-beda, melainkan album yang meng-“kompilasi”-kan anggota-anggota band yang berbeda untuk membuat semacam “band impian”. Toshi berada di posisi vokal, dan Yoshiki pada drum. Musisi lain yang juga ikut berpartisipasi, antara lain: Butaman (Tetsu Array), Ishiya (Death Side), Ranko (The Continental Kids), Naoki (Lip Cream), Kou Itou (Fools). Selain musik speed metal dan ballad yang dibawakan Yoshiki dan Toshi, anggota lainnya adalah member band punk/hardcore, di antara lagu-lagu mereka antara lain “Tragedy of M”.

Di tahun 1988, X berpartisipasi dalam film Amerika Tokyo Pop, tapi mereka hanya tampil sebagai cameo dan penampilan mereka tidak lebih dari 20 detik. Di awal tahun 1989, mereka merilis ThanX video, sebuah promo tape yang menampilkan pembuatan video klip Kurenai (yang terdapat di album Blue Blood, bukan keluaran tahun 1987). Pada 21 April 1989, X merilis album mereka yang paling sukses, Blue Blood. Setelah dirilisnya album tersebut, dimulailah tur bernama “Blue Blood Tour” yang ternyata sukses besar.

Setelah menyelesaikan tur “Blue Blood Tour”, Yoshiki dan kawan-kawan mulai menulis lagu baru. Selain itu, mereka juga membuat beberapa PV (video promosi) untuk beberapa lagu dalam album Blue Blood, seperti Celebration yang diambil di New York (berbeda dengan yang di Visual Shock Vol.2,5). Video klip ini menampilkan Toshi, hide, Pata, dan Taiji, sedangkan Yoshiki sedang berada di Paris untuk membuat video Rose of Pain. X menjadi sangat populer di Jepang dan sering muncul dalam berbagai acara televisi. Tur mereka selanjutnya diberi nama, “Rose & Blood Tour”.

Di tahun 1991, semua personil pergi ke Los Angeles untuk memulai rekaman album baru mereka, Jealousy. Setelah 7 bulan rekaman, mereka kembali ke Jepang dan merilis album Jealousy pada 1 Juli 1991 di Jepang. Album ini langsung naik ke posisi pertama tangga album Oricon Charts.

Dengan dirilisnya album Jealousy, X menjadi bertambah populer di Jepang. Selain itu, kepopuleran mereka bertambah karena lebih sering melakukan tur dibandingkan setelah merilis album Vanishing Vision dan Blue Blood. Beberapa orang berpendapat bahwa album ini adalah “Album”-nya X, karena setiap personil menyumbangkan ide-idenya, di Visual Shock Vol.3 juga digambarkan masing-masing personil dengan lagu yang dibuatnya. (Toshi: “Desperate Angel”, hide: “Love Replica”, Pata: “White wind from Mr.Martin”, Taiji: “Voiceless Screaming”, Yoshiki: “Silent Jealousy”). Selama proses perekaman album ini, Yoshiki dan Taiji mulai memiliki perbedaan konsep bermusik. Setelah dirilisnya album ini, mereka memulai tur berikutnya, Violence in Jealousy (1991). Pada tanggal 5, 6, 7 bulan Januari 1992, X menggelar rangkaian konser “On The Verge of Destruction” di Tokyo Dome. Pada hari ketiga, tanggal 7 Januari 1992, konser ini merupakan konser terakhir (Last Live) bagi Taiji yang keluar dari X karena perbedaan konsep bermusik antara dirinya dan Yoshiki tidak dapat disatukan lagi. Lagipula Yoshiki adalah pemimpin dari X, sehingga Taiji memilih untuk mengundurkan diri. Setelah keluar dari X, Taiji bergabung dengan Loudness (1992-1995) dan Cloud 9.

Era X JAPAN (1992-1997)

Di tahun 1992, X sudah sangat terkenal di Jepang, karena itu mereka mencoba “Go International” ke Amerika Serikat. Di Amerika sudah ada band yang juga bernama X, jadi mereka memutuskan untuk mengubah nama band menjadi X Japan. Pada saat itu, Heath telah bergabung dengan X Japan.

Era X Japan

Era X Japan

Setelah pertunjukan live pertama dengan Heath di Extasy Summit’92 (pesta rock terbesar yang diadakan Extasy Records milik Yoshiki), Yoshiki harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami patah leher akibat bermain drum dengan ekstrim pada acara tersebut(Yoshiki juga sering dirawat pada era “Rose and Blood Tour” dikarenakan hal yang sama). Selama di rumah sakit, Yoshiki menciptakan sebuah lagu terhebat (Ultimate Song) dari X Japan, berjudul “Art of Life”. Lagu ini adalah sebuah lagu progessive rock/metal yang mencampurkan musik klasik dengan panjang lagu 29 menit (menjadikannya sebagai salah satu lagu terpanjang di dunia). Lagu “Art of Life” dirilis sebagai sebuah mini album dengan judul yang sama seperti judul lagunya (sebelumnya Art of Life telah diciptakan pada sekitar tahun 1990,di era “Rose and Blood”,dengan nama “End of the World”,pada saat itu Taiji masih berada di posisi bass,jadi terdapat 2 buah demotape dari Art of Life,perbedaanya hanyalah pada bassisst-nya saja).

Di minggu pertama lagu ini dirilis, lagu ini langsung sukses luar biasa. “Art of Life” hanya pernah dimainkan live sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 30 & 31 Desember 1993 saat konser “X Japan Returns” digelar di Tokyo Dome. Di saat konser, X Japan melakukan improvisasi yang membuat lagu ini bertambah panjang menjadi 34 menit. Di konser ini juga Toshi untuk pertama kalinya berpenampilan dengan rambut terurai ke bawah dan dengan make-up yang tidak tebal.

Musik X di bawah tangan dingin Yoshiki tak pernah berhenti berevolusi. Warna musik mereka dimulai dari speed metal seperti “Sadistic Desire”, “Phantom of Guilt”, dan “Vanishing Love”, sampai ke lagu ballad seperti “Tears” dan “Say Anything”, serta Alternative Rock berjudul “Dahlia” dan “Rusty Nail” dari era terakhir mereka. Hampir seluruh lagu X diciptakan oleh Yoshiki dan disusun oleh hide dan Taiji di awal karir mereka.

Kegemaran Yoshiki akan musik klasik sangat mempengaruhi musik-musik X, seperti pada lagu “Rose of Pain”, “Art of Life”, dan “Amethyst”. Yoshiki mempunyai proyek yang bernama Eternal Melody, dimana lagu-lagu X diaransemen oleh George Martin dan penata lagu untuk musik-musik klasik lainnya. Kedua album tersebut dimainkan London Philharmonic Orchestra dan dirilis tahun 1993. Yoshiki juga memilih beberapa musik klasik untuk dimasukkan ke dalam 2 buah album kompilasi berjudul Yoshiki Selection dan Yoshiki Selection II. Yoshiki juga menulis ulang lagu “Black Diamond” milik KISS menjadi lagu klasik yang terdapat di album Kiss My Ass, sebuah album tribute untuk KISS yang dirilis pada tahun 1994.

Setelah merilis album ketiganya, mereka merilis salah satu lagu X yang paling populer “Tears” dalam bentuk single. Lagu ini dimainkan di beberapa acara TV dan ketika konser Art of Life. Di tahun yang sama, X juga merilis sebuah album kompilasi yang memuat single-single populer mereka di saat masih bernama X, dan album kompilasi tersebut diberi nama X Singles.

Walaupun pada saat itu Heath telah bergabung dengan X Japan, tetapi seluruh permainan bass yang terdapat di “X Singles” adalah permainan bass Taiji. Hal ini sengaja dilakukan sebagai penghormatan terhadap Taiji yang telah ikut bersama-sama membesarkan nama X.

Pada 10 Juli 1994 mereka merilis single lain, “Rusty Nail”. Lagu ini merupakan salah satu lagu rock terakhir dari X Japan, karena lagu-lagu mereka dalam album berikutnya lebih banyak lagu ballad. Lagu “Rusty Nail” juga punya beberapa bagian yang cukup slow. Pada tanggal 30 dan 31 Desember 1994, mereka menggelar rangkaian konser “Aoi Yoru~Shiroi Yoru” di Tokyo Dome dan membawakan lagu baru berjudul “Longing”. Demo tape lagu tersebut dibagikan kepada beberapa orang saat konser. Semua lagu yang disebut tadi dimasukkan ke dalam album terakhir mereka, Dahlia.

Perpecahan band (1996-1997)

Setelah Dahlia Tour 1996, di saat X Japan mencapai puncak kesuksesannya, Toshi mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Band.Karena Toshi sudah menjadi vokalis sejak band ini masih bernama “Dynamite” dan dia juga sudah menjadi icon dari X Japan, sangatlah mustahil untuk mengganti posisi Toshi. X Japan (tanpa Toshi) mengumumkan perpecahan band mereka saat konferensi pers tanggal 22 September 1997.

Toshi terlibat semacam sekte, berhubungan dengan alam dan terapi musikal, dipimpin oleh seseorang bernama Masaya. Banyak yang menyatakan bahwa inilah alasan sebenarnya Toshi mundur dari X Japan. Toshi lalu melanjutkan untuk bersolo karir,dia berkata bahwa Masaya telah menjadi sumber inspirasi barunya dalam bermusik. Banyak desas-desus yang bermunculan mengenai keterlibatan Toshi dan sekte yang dipimpin Masaya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Toshi telah di cuci otak. Dikatakan bahwa Toshi sempat berkelahi dengan adiknya karena Toshi telah menghabiskan banyak uang untuk sekte yang dipimpin Masaya. Hal ini dibantah Toshi karena Toshi mengatakan ia bertemu dengan Masaya setelah Toshi keluar dari band, dan Masaya juga hanyalah seorang pemusik biasa. Teori yang lain adalah karena Toshi telah menemukan “kebahagiaan” setelah ia menikah dan musik X sangatlah berbeda dengan dirinya sekarang (musik X Japan dominan berisi tentang kesedihan, kebencian dan insanity, yang bertolak belakang dengan diri Toshi sekarang). Alasan sebenarnya Toshi meninggalkan Band tetap menjadi misteri. Pada tanggal 31 Desember 1997, X Japan menyelenggarakan konser terakhirnya di Tokyo Dome, The Last Live.

The Last Live

Konser terakhir dari X Japan ini nampak seperti copy dari konser Dahlia Final Tour 1996, tetapi pergulatan emosi yang terjadi antara para personil dengan para fans di konser ini jauh sangat besar. Di lagu-lagu yang dimainkan menjelang konser berakhir seluruh fans menangis, terutama di 4 lagu terakhir.

X Japan di akhir konser The Last Live

X Japan di akhir konser The Last Live

Di lagu “Forever Love” Toshi berpelukan dengan Yoshiki sambil menangis, hal yang sebenarnya ingin dilakukan Yoshiki saat ia menghampiri Toshi adalah memukul Toshi, tetapi ia tidak jadi melakukannya karena teringat bahwa mereka berdua adalah sahabat baik (mereka berteman sejak mereka masih duduk di bangku TK), karena itu Yoshiki lebih memilih untuk memeluk Toshi saat Toshi merangkulnya.

Sesaat sebelum lagu “Endless Rain” dimulai, Yoshiki menangis saat ia berterima kasih terhadap para personil X japan dan seluruh fans. Di awal lagu, hide juga sempat tidak kuat menahan kesedihan dan menangis.

Disaat “The Last Song” selesai dinyanyikan (dimana semua penonton telah menangis), lagu “Tears” diputar dan layar besar di panggung menampilkan cuplikan-cuplikan perjalanan X Japan dari saat mereka masih sebuah band indie kecil sampai menjadi band nomor satu se-Jepang.

Di DVD The Last Live, Yoshiki memotong 3 buah lagu terakhir (Curtain call~Say Anything, The Last Song, dan Epilogue~Tears). Hal ini dikarenakan Yoshiki tidak pernah menginginkan X Japan bubar (jika konser berakhir maka itu berarti X Japan telah bubar). Karena itu Yoshiki memutuskan agar rekaman The Last Live menjadi sebuah konser yang tidak pernah berakhir (dalam versi DVD, konser selesai di lagu “Endless Rain”). Selain itu di konser “The Last Live” terdapat 2 buah Encore yang dipotong sama sekali oleh Yoshiki (tidak terdapat di DVD, maupun CD album “Last Live”) yaitu “Unfinished” dan “Forever Love~Last Mix”.

Setelah Bubar(1998-2006)

Setelah X Japan bubar, hide melanjutkan solo karirnya dengan band yang dibentuknya hide with Spread Beaver. Pata ikut serta membantu hide. Pata dan heath bergabung dengan DopeHEADz sampai band tersebut bubar di tahun 2003. Heath lalu bersolo karir di band Lynx, dan Pata di band Ra:IN.

Toshi pergi ke tempat terpencil bersama Masaya, ia mengembangkan musik mereka untuk menolong orang-orang sakit. Dia diberitakan di tahun 2004 bahwa ia telah menyiksa anak-anak dan mencuci otak mereka untuk menuruti perintahnya. Toshi, dalam situsnya, mengatakan bahwa itu semua adalah bohong, dia mengatakan bahwa ia dan Masaya tidak akan pernah menyakiti orang-orang.

Yoshiki dan hide dipercaya berencana membangkitkan kembali X di tahun 2000, dan mencari seseorang untuk menggantikan posisi Toshi. Sebuah tragedi besar menyebabkan hal ini tidak akan pernah terjadi saat hide meninggal pada tanggal 2 Mei 1998, setelah malam sebelumnya ia mabuk-mabukan. hide ditemukan tergantung di gagang pintu kamar mandinya dengan sebuah handuk melilit lehernya. Berita ini mengejutkan seluruh Jepang;4 orang fans memutuskan untuk bunuh diri karena tidak rela hide meninggal, 2 diantaranya meninggal. Banyak spekulasi yang bermunculan mengenai meninggalnya hide. Bunuh diri ataukah kecelakaan semata, tetapi sama sekali tidak ada motif bagi hide untuk bunuh diri. Ada yang mengatakan lirik lagu “Pink Spider” yang singlenya dijadwalkan dirilis tanggal 3 Mei 1998 (sehari setelah meninggalnya hide)adalah semacam “pesan kematian” atau semacamnya. Taiji, dalam buku yang ditulisnya(berjudul “X no Sei to Shi:Uchuu wo Kaeru tomo e” atau “Death and Life of X:To My Friends Who Flies Through Universe”) mengatakan bahwa seluruh personil X Japan memiliki kebiasaan untuk mengikatkan handuk ke leher dan bahu mereka setelah selesai show. Kemungkinan hide berniat melakukan hal tersebut, tetapi karena mabuk ia malah terjatuh (hal yang sangat mungkin terjadi karena hide sedang berada di kamar mandi) dan tidak kuasa untuk melepaskan handuk yang melilit lehernya. Hal ini merupakan hal yang paling disetujui oleh fans-fans hide, mengenai kematian hide. Pada tanggal 7 Mei 1998, digelar upacara pemakaman hide. X Japan memainkan lagu “Scars” dan “Forever Love” di upacara pemakamannya. Taiji juga datang ke pemakaman hide. Ini adalah pertama kalinya Taiji bertemu kembali dengan para personil X Japan setelah ia keluar dari Band tersebut.

Syok karena meninggalnya hide, Yoshiki mendapat depresi yang sangat berat selama hampir 3 tahun, dia tidak bisa bermain atau mengarang musik lagi.

Di akhir tahun 2000, Yoshiki pulih, dan ia mengumumkan proyek barunya Violet UK, sebuah proyek yang mencampurkan unsur musik dengan visual dan seni. Dia juga berkolaborasi dengan Roger Taylor di beberapa lagu. Di tahun 2002 dia memproduseri dan membintangi iklan sebuah toko 7-Eleven, menggunakan musik Violet UK dan beberapa konsep untuk hal tersebut. Sayangnya, tidak banyak musik Violet UK yang dirilis ke pasaran. Di tahun yang sama, Yoshiki mengumumkan bahwa ia akan bergabung dengan band J-POP Globe, untuk membantu teman lamanya,Tetsuya Komuro (di tahun 1991 mereka berkolaborasi dengan nama V2, dengan Yoshiki di posisi drum, sedangkan Komuro di keyboard dan vokal). Di Otakon tanggal 5 Agustus 2006, Yoshiki mengumumkan ia akan berkolaborasi dengan musisi Jepang, Gackt (yang nantinya mereka membentuk S.K.I.N.).

X Japan di tahun 2007

Awal tahun 2007, Yoshiki mengumumkan bahwa ia akan membentuk band yang beranggotakan 5 orang personil, sampai saat ini baru ada 4 orang yang pasti bergabung dengan band tersebut yaitu: Gackt (ex. vokalis Malice Mizer) di posisi vokal, Sugizo (ex. Gitaris Luna Sea) di posisi gitar, Miyavi (ex. gitaris Due’le Quartz) diposisi gitar, dan Yoshiki di posisi drum dan piano, sedangkan pada posisi Bass, diisi Ju-Ken (bassis GacktJob) tetapi hanya sebagai additional. Pada tanggal 25 May 2007, Yoshiki mengumumkan berdirinya band bernama S.K.I.N..

Heath baru saja merilis album solo ketiganya yg berjudul “Desert Rain”. Taiji kembali bersolo karir dengan band barunya “Otokaze” yang ia bentuk bersama adik perempuannya.

Kabar yang paling mengejutkan adalah berita bahwa X Japan akan menyelenggarakan konser reuni untuk memperingati 25 tahun berdirinya X Japan. Hal ini dinyatakan Yoshiki dan Toshi dalam situs resmi mereka, Toshi mengatakan ia akan ikut serta dalam konser tersebut di situs pribadinya pada tanggal 11 Februari 2007. Posisi hide akan digantikan oleh 10 orang gitaris secara bergantian, tanggal pasti kapan konser ini diadakan masih belum ditetapkan oleh Yoshiki, tetapi Yoshiki menyatakan bahwa konser ini akan diadakan sebelum akhir tahun.

X Japan juga akan merilis sebuah single baru yang berjudul “Without You” bertepatan dengan konser reuni mereka. X Japan juga dikabarkan akan tampil dalam acara NHK Kouhaku Utagassen pada tanggal 31 December 2007. Selain itu X Japan juga menyumbangkan sebuah lagu baru sebagai soundtrack untuk film “SAW IV” yang berjudul “I.V.”.

Yoshiki juga mengumumkan bahwa setelah mengadakan konser reuni, X Japan akan segera memulai tur di Amerika Serikat.

Kembalinya X JAPAN

Setelah hampir 10 tahun bubar,X JAPAN kembali melakukan pertunjukkan perdananya di hadapan publik pada saat pengambilan gambar untuk PV terbaru mereka,”I.V.”,di Odaiba Aqua City pada tanggal 22 Oktober 2007.

Sekitar 10.000 fans mendatangi Aqua City untuk menyaksikan kemunculan kembali X Japan.Ke-empat personil X Japan muncul di panggung untuk melakukan PV shooting,terlihat diatas panggung terdapat sebuah ruang kosong,dimana disana ditempatkan sebuah gitar milik mendiang hide.

Di acara tersebut,Yoshiki mengumumkan bahwa X JAPAN akan menggelar konser di Tokyo Dome pada musim semi 2008.Selain itu Yoshiki juga mengatakan bahwa X JAPAN telah mempunyai 3 buah lagu baru ,”I.V.”,”Without You”,dan satu lagu lagi yg belum diketahui judulnya.

Seiring dengan kembalinya X JAPAN,Yoshiki juga segera merilis DVD “X JAPAN RETURNS”(Tokyo Dome Live 2 days,30-31 December 1993).

Selain itu,Tetsuya Komuro,yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Yoshiki dibawah nama “V2” mengatakan di myspace resmi-nya bahwa segala sesuatu yang dikerjakan oleh X JAPAN telah selesai,dan akan ada kemungkinan Yoshiki kembali menjalankan V2 project (dengan ini,Yoshiki mempunyai 4 project:X JAPAN,Violet UK,S.K.I.N.,dan V2).

Berita terbaru di JRock Revolution mengatakan bahwa X Japan akan mengadakan konferensi pers pada tanggal 20 Januari 2008 mengenai Konser Reuni X JAPAN dan sebuah live tribute untuk hide.Konser reuni X JAPAN dikabarkan akan diselenggarakan pada tanggal 28 dan 30 Maret 2008 di Tokyo Dome,hide tribute pada tanggal 2 Mei(hide Memorial Day) di Ajinomoto Stadium,dan setelahnya akan diselenggarakan Asian Tour pada musim panas 2008 (belum ada kabar mengenai American Tour seperti yang dikabarkan sebelumnya).

Live show

X Japan dikenal selalu melakukan pertunjukkan live yang spektakuler. Di tahun 1982 (saat band baru terbentuk) mereka sering tampil di festival-festival budaya dan beberapa pesta, hal ini menyebabkan X Japan dengan cepat mempunyai banyak fanbase.

Sehari setelah peluncuran album pertama mereka,Vanishing Vision,mereka menggelar konser di Tokyo Nakano Kōkaido, mereka juga sudah memulai tur pertama mereka, Vanishing Tour. Di tahun 1989 mereka menggelar tur di beberapa kota,Blue Blood Tour, tur itu untuk mempromosikan album baru mereka, Blue Blood. Tur ini sukses luar biasa.

X Japan merilis album ketiga mereka pada tanggal 1 Juli 1991. Pada bulan Januari 1992, mereka menggelar konser di Tokyo Dome selama 3 malam. Konser ini merupakan konser terakhir Taiji. Setelah Taiji keluar dari band, X Japan berhenti melakukan tur, karena mereka sedang mencari Bassis untuk menggantikan posisi Taiji. Di tanggal 31 Desember 1993, mereka melakukan live pertama mereka dengan Heath diposisi bass. Konser tersebut diberi nama X Japan Returns, karena sejak tahun 1992 mereka tidak pernah menggelar konser lagi. Konser selama dua hari itu sukses besar, Tokyo Dome dipenuhi oleh para fans.

Di awal tahun 1995, X Japan mulai memainkan lagu-lagu baru di beberapa acara televisi Jepang seperti Music Station (dan acara spesial tahunan Super Live) dan Hey!Hey!Hey! Music Champ. Pada bulan November tahun itu, mereka menggelar Dahlia TOUR (untuk mempromosikan album terakhir mereka, DAHLIA). Tur tersebut selesai di 2 hari terakhir tahun itu di Tokyo Dome. Akhirnya, karena perpecahan di band, X Japan menggelar konser terakhir mereka pada tanggal 31 Desember 1997, The Last Live.

Trivia

  • Mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi menyatakan bahwa ia adalah penggemar berat X Japan. Beliau berkata bahwa musik-musik X Japan telah mengubah cara berpikirnya sebagai seorang politisi, dan juga mengubah pandangannya mengenai masyarakat Jepang. Lagu yang paling disukai Junichiro Koizumi adalah lagu “Forever Love”.
  • X Japan merupakan influence terbesar bagi banyak band-band Visual Kei lainnya. Ruki (Death Voice The Gazette) bahkan berkata bahwa X Japan merupakan band yang pertama ia saksikan.
  • hide,merupakan orang yang sangat dihormati oleh banyak J-Rocker.Banyak juga J-Rocker yang memutuskan untuk menjadi seorang J-Rocker karena terinspirasi oleh hide, antara lain adalah Hitsugi (gitaris Nightmare), Hiroto (gitaris Alice Nine), Takehito (gitaris Ayabie),dan Intetsu (bassis Ayabie).
  • Pertemuan pertama Yoshiki dengan hide adalah ketika X dan Saver Tiger (band hide sebelum X Japan) ikut berpartisipasi dalam pembuatan album kompilasi “Heavy Metal Force III”,selain itu lagu “Sadistic Desire” milik X Japan aslinya merupakan lagu milik Saver Tiger yang berjudul “Sadistic Emotion”,selain itu “Love Replica” juga merupakan sebuah demo yang aslinya milik Saver Tiger(kedua lagu tersebut diciptakan oleh hide).
  • Di masa Indies mereka, X bukanlah satu-satunya band yang bergaya Visual kei, band Saver Tiger hide juga bergaya Visual Kei. Hal ini mungkin disebabkan karena hide juga mengidolakan KISS, sama seperti Yoshiki,selain itu Taiji dan Jun (keduanya mantan personil X) dulunya membentuk band Visual kei bernama “Dementia”,ketiga band tersebut mempunyai julukan “Three Kantou Trash Band”.
  • X mempunyai sebuah permainan video untuk konsol Sega Saturn yang berjudul “X-Japan Virtual Shock 001”. Dalam permainan ini, pemain bertugas sebagai fotografer untuk memfoto kegiatan-kegiatan personil X Japan di atas dan di belakang panggung.
  • Judul lagu DAHLIA merupakan sebuah akronim dari kata-kata yang muncul di penghujung lagu,yaitu:

Destiny, Alive, Heaven, Love, Innocence, Always, Destroy, Aftermath, Hell, Life, Infinite” , Amethyst (kata terakhir tidak dimunculkan didalam lagu,tetapi tedapat di hidden track album solo Yoshiki,Eternal Melody II).

  • Ciri khas dimainkannya lagu “Kurenai” adalah seluruh panggung diselimuti cahaya berwarna merah pekat (kurenai).
  • Lagu “Tears” dari X Japan dijadikan soundtrack sebuah film Korea berjudul “Windstruck”.
  • X Japan mempunyai grup orkestra yang khusus membawakan lagu-lagu milik X Japan,yaitu X Orchestra.
  • Hanya di Single “The Last Song”-lah dapat dilihat rekaman lagu “The Last Song” di konser The Last Live yang dipotong oleh Yoshiki.
  • Tagline X Japan adalah “Psychedelic Violence Crime of Visual Shock”, sedangkan tagline sebelumnya adalah “Sexy Scandal Love Violence”
  • Hampir 90% lagu-lagu X Japan diciptakan oleh Yoshiki, hal ini dikarenakan hampir seluruh personil X Japan berpikir betapapun bagusnya mereka membuat sebuah lagu, akan tetap lebih bagus lagu buatan Yoshiki.Hanya hide-lah satu-satunya personil X Japan yang berani memberi kritik terhadap lagu yang diciptakan Yoshiki, hal ini menyebabkan Yoshiki merasa sangat “kehilangan” saat hide meninggal.
  • Lagu X Japan yang berjudul “Rose of Pain” bercerita tentang Ratu Elizabeth Bathory (Prancis,abad XVI & XVII) yang gemar membunuh para warganya lalu mandi dengan darah mereka,hanya untuk menjaga kecantikannya.
  • Para personil X pernah bertukar-tukar posisi saat memainkan lagu 20th Century Boys, formasinya antara lain: Toshi (drum), Yoshiki (gitar), hide (vokal), Taiji (gitar), Pata (bass)
  • Lagu X Japan yang berjudul X dijadikan soundtrack movie anime X
  • Tidak seperti PV X Japan yang lain,promotional video untuk lagu “Rusty Nail” adalah sebuah anime
  • Cover demotape pertama X Japan “I’LL KILL YOU” menggambarkan foto para korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di saat Perang Dunia II
  • I.V. dapat berarti 22 November(I=abjad ke 11,V=abjad ke 22) yaitu hari dimana X JAPAN menyatakan bubar(22 November 1997),juga dapat berarti X Japan yang kini hanya tinggal mempunyai 4 personil,selain itu IV merupakan angka romawi dari 4 (seri SAW dimana I.V. dijadikan soundtrack).

Penghargaan

Tahun Penghargaan
1989
  • -Nihon Yuusen Daishou Yuushuu Shinjin Shou (Best new artist with talent of Japan)
  • -Zen Nihon Yuusen Daishou Yuushuu Shinjin Shou (Best new artist with talent of all Japan)
  • -Oricon 89 Nendo Recording Sell Single Shinjin Bumon Dai Ichii (Oricon first place in singles selling)
  • -Record Awards- Best Song (Automatic)
1990
  • -Dai Yonkai Nihon Gold Disc Taishou Best Artist Shou (Japan Gold Disc – Artist of the Year)
1991
  • -Nihon Yuusen Daishou Yuusen Ongaku Yuushuushou
1992
  • -Nihon Gold Disc Daishou Shinjin Shou

Personil

Final

  • Toshi (Toshimitsu Deyama) – vokal
  • Heath (Hiroshi Morie) – bass(1992 – )
  • Pata (Tomoaki Ishizuka) – gitar(1987 – )
  • hide (Hideto Matsumoto) – gitar(1987-1998)
  • Yoshiki (Yoshiki Hayashi) – drum, piano

Mantan personil

  • Taiji (Sawada Yasushi) – bass(1986-1982)

Mantan personil (era Indie)

  • Jun/Shu (Hisashi Takai) – gitar (1985, 1986)
  • Hikaru – bass (1986)
  • Atsushi (Atsushi Tokuo) – bass (1985)
  • Eddie – gitar (1985)
  • Hally (Yoshifumi Yoshida) – gitar (1985)
  • Isao – gitar (1987)
  • Kerry – gitar (1986)
  • Satoru – gitar (1986)
  • Terry (Yuji Izumisawa) – gitar (1983-1985)
  • Tomo (Tomoyuki Ogata) – gitar (1984-1985)
  • Zen (Zenon) – gitar (1985-1986)

Diskografi

Album studio

Judul Album Tanggal Rilis Label
Vanishing Vision 4 April 1988 Extasy Records
Blue Blood 21 April 1989 CBS Sony
Jealousy 1 Juli 1991 Sony Records
Art of Life 28 Agustus 1993 Atlantic Records
Dahlia 4 November 1996 Atlantic East West Japan

Multimedia

Permainan video

  • X-Japan Virtual Shock 001 (Sega Saturn)

Video

  • Sexy Scandal Love Violence (1987.XX.XX)
  • XCLAMATION’87 (1987.08.XX)
  • XCLAMATION’88 (1988.XX.XX)
  • ThanX ~愛をこめて~ (1989.03.16)
  • Bakuhatsu Sunzen GIG|Blue Blood TOUR 爆発寸前 (Bakuhatsu Sunzen) GIG (1989.06.01)
  • 刺激 (Shigeki) VISUAL SHOCK VOL. 2 (1989.12.31)
  • CELEBRATION VISUAL SHOCK VOL. 2.5 (1990.09.01)
  • 刺激 (Shikegi) 2 ~夢の中にだけ生きて~ VISUAL SHOCK VOL. 3 (1991.09.30)
  • SAY ANYTHING ~X BALLAD COLLECTION~ VISUAL SHOCK VOL. 3.5 (1991.12.21)
  • 無敵と書いてEXTASYと読む!! ~EXTASY SUMMIT 1991 AT NIPPON BUDOKAN~ (1992.02.21)
  • On The Verge of Destruction ~ Hametsu ni Mukatte ~ Visual Shock Vol. 4|破滅に向かって 1992.01.07 TOKYO DOME LIVE VISUAL SHOCK VOL. 4 (1992.11.01)
  • EXTASY SUMMIT 1992 ~みんな無名だった、だけど・・・無敵だった~ (1993.05.10)
  • X CLIPS (1995.01.01)
  • Dahlia THE VIDEO VISUAL SHOCK #5 PART I (1997.01.01)
  • Dahlia THE VIDEO VISUAL SHOCK #5 PART II (1997.03.05)
  • Dahlia TOUR FINAL 1996 (1997.10.29)
  • X Japan Clips II|X Japan CLIPS II (2001.10.24)
  • THE LAST LIVE VIDEO (2002.03.29)
  • Art of Life 1993.12.31 TOKYO DOME (2003.09.24)
  • Aoi Yoru 1994.12.30 Tokyo Dome 2 Days Live (2007.07.25)
  • Shiroi Yoru 1994.12.31 Tokyo Dome 2 Days Live (2007.07.25)
  • Aoi Yoru-Shiroi Yoru 1994.12.30-31 Tokyo Dome 2 Days Live Limited Edition DVD Box (2007.07.25)
  • X JAPAN RETURNS 1993.12.30 Tokyo Dome 2 Days Live (2008.01.25)
  • X JAPAN RETURNS 1993.12.31 Tokyo Dome 2 Days Live (2008.01.25)
  • X JAPAN RETURNS 1993.12.30-31 Tokyo Dome 2 Days Live Limited Edition DVD Box (2008.02.29)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: