CIRI-CIRI WEB SCAM

Posted in bisnis online on Juni 22, 2009 by batikmadrim

Ciri-ciri web scam / web penipuan.

Saya menulis ini, berdasarkan atas pengalaman saya, dalam menjelajah dunia bisnis di internet. Cirri-ciri nya adalah sebagai berikut :

  1. Biaya pendaftarannya besar, karena web yang di design hanya untuk menipu, ingin cepat menghasilkan uang yang banyak, sebelum kejahatannya itu diketahui oleh semua orang.
  2. Menggunakan alamat email pribadi, karena mereka tidak bisa membawa suatu lembaga untuk bekerjasama dengan mereka.

Contoh alamat email pribadi adalah yahoo, gmail, dll.

  1. Mengiming-imingkan pendapatan yang besar, tanpa penjelasan apakah mungkin pendapatan itu bisa tercapai.
  2. Web di design sangat sederhana, karena pemilik web yang di design hanya untuk menipu, tidak akan mau mengeluarkan biaya yang mahal, hanya untuk mendesign web nya.
  3. Owner tidak akan mau memberikan semua data2 tentangnya, termasuk fotonya, karena web scam tidak mau data2 & fotonya diketahui oleh semua orang, karena jika semua orang tau bahwa ownernya tersebut adalah seorang penipu, maka ruang geraknya akan terbatasi. Biasanya mereka akan cenderung memalsukan data2 & fotonya.
  4. No handphone yang diberikan, tidak dapat dihubungin, biasanya web scam tidak mau dihubungin, agar perbuatan menipunya tidak terciumi oleh semua orang.
  5. Biasanya dalam bentuk investasi, karena web bentuk investasilah yang biasanya tidak disadari oleh pengikutnya, karena biasanya jika berinvestasi pembagian bagi hasilnya akan diberikan dalam waktu yang cukup lama, biasanya dalam rentang satu bulan sekali, sehingga dalam satu bulan tersebut banyak orang yang akan bergabung, dan kejahatnnya belum sempat tercium oleh semua orang.

Contoh dari web yang di katakan scam, oleh teman2 kita, adalah :

  1. Web investasiwaralaba.com
  2. Web rahasiabento.com http://cafeblogger.web.id/belajar-bisnis-online/scam-tipuan/rahasiabentocom-scam.html
  3. Web money machine system http://cafeblogger.web.id/belajar-bisnis-online/scam-tipuan/money-machine-system-scam.html
  4. Web formulabisnis.com http://antiformulabisnis.blogspot.com/
  5. Dan Web2 lainnya http://www.semuabisnis.com/categories/Daftar-Scam/

Cara mengetahuinya :

  1. ketikan alamat web tersebut di pencarian search engine, seperti google.com, maka google akan menampilkan semua bentuk tulisan (baik promosi, saran, kritik, dll) yang diberikan oleh semua orang terhadap suatu objek (dalam hal ini adalah sebuah web) & jika anda melihat adanya sebuah keluhan yang disampaikan oleh seseorang, lewat suatu tempat iklan, di tampilan google tersebut, maka fokuskan semua konsentrasi anda ke sana & bacalah dengan teliti, jika terdapat banyak keluhan yang mengatakan bahwa alamat owner web tersebut palsu, no telfonnya palsu, bahkan ada yang menyampaikan bahwa, ada yang belum dibayar, walau dia sudah memenuhi syarat pembagian hasil, maka dapat disimpulkan bahwa, web tersebut adalah scam (penipuan)

Dengan saya bagikannya cirri-ciri web scam ini, saya berharap dikemudian hari nanti, tidak ada lagi yang menjadi korban dari web scam.

Yang sebenarnya internet dapat digunakan untuk suatu hal yang positif, diantaranya, seperti yang saya lakukan, untuk menciptakan para milyarder-milyarder baru bagi Indonesia, sehingga, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Web yang saya bentuk ini tidak terbatas pada masyarakat yang bertingkat ekonomi menengah, atau bahkan ekonomi tinggi saja, web ini saya design untuk dapat diikuti oleh semua kelas ekonomi masyarakat, sehingga misi saya untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia akan benar2 dapat terwujud.

Dengan biaya yang sangat kecil, yaitu hanya sebesar Rp 15.000,- saya yakin kalian semua tidak akan kesulitan dalam mengembangkan jaringan kalian.

Coba kita hitung sama2, apakah mungkin pendapatan 3 Milyar, akan dapat diperoleh hanya dalam waktu 10 bulan, hanya dengan menginvestasikan uang sekecil Rp 15.000,- :

Jika masing2 dari member, mengajak 4 orang temannya, dalam waktu 1 bulan, maka berarti dalam 1 bulan akan bertambah orang sebanyak 4 orang, dari masing2 orang yang telah bergabung lebih awal, dengan perhitungan seperti pada table berikut ini

Maka setelah 10 bulan, akan terkumpul member sebanyak 1.398.100 orang, dari jaringan anda & member yang telah menyelesaikan matrix 4×10 nya akan mendapatkan pembagian hasil sebesar Rp 3.451.580.000,- yang telah diambil secara cicilan oleh masing2 member setiap bulannya (ingat pembagian hasil, setelah member berpenghasilan sebesar Rp 50.000,- setiap bulannya) yang dapat dipantau oleh setiap member, di masing2 member area nya.

Investasi anda yang disetorkan pada saat pendaftaran (sebesar Rp 15.000,-) akan dibagikan sesuai perhitungan diatas (sebesar Rp 11.000,-) kepada upline anda (orang yang lebih dulu bergabung bersama orang2sukses.com) sebagai komisi atas usahanya & sisanya (sebesar Rp 4.000,-) adalah komisi untuk owner yang telah mengelolah & menyebarkan iklan untuk kelancaran web ini.

Maka selalu saya katakan, jika setiap member mengikuti arahan saya, yaitu mengajak 4 orang temannya dalam waktu 1 bulan, maka semua yang saya katakan diatas (penghasilan 3 Milyar, hanya dalam 10 bulan) akan benar2 terwujud.

Coba anda bayangkan, disebuah system bisnis MLM, di level berapakah, yang terdapat jumlah member terbanyaknya? Tentunya di level akhir bukan, nah di web saya ini, saya memberikan komisi terbesar di level tersebut, sehingga bukan hal yang mustahil, dapat merubah uang Rp 15.000,- menjadi 3 Milyar.

Sejak hari ini, lakukan action untuk mengajak 4 orang teman anda untuk bergabung, dalam waktu 1 bulan, setelah anda mengajak 4 orang teman anda, bimbing mereka untuk mengajak 4 orang temannya juga (follow up lewat email ataupun sms) setelah itu tugas anda telah selesai, anda tinggal menunggu pembagian hasil yang akan ditransfer secara otomatis, ke regkening anda, jika sudah tercapai minimal Rp 50.000,- setiap akhir bulannya. Serahkan tugas yang sama seperti yang anda lakukan tersebut, kepada downline anda, begitu seterusnya, maka penghasilan 3 Milyar, akan benar2 anda dapatkan dalam waktu 10 bulan (jika matrix 4×10 anda terisi)

“Sesungguhnya bahwa tidak akan ada berkat yang turun dari pada Nya, untuk orang yang tidak melakukan apa2 di dalam hidupnya, berkat akan turun untuk orang yang melakukan segala sesuatunya dengan sungguh2”

Yakinkan diri anda, bahwa anda akan benar2 menjadi seorang milyarder, hanya dalam waktu 10 bulan, maka semua yang anda yakinkan itu akan benar2 terwujud.

Salam Untuk Semua Calon Milyarder..

Mickie O.G.,SE

Owner orang2sukses.com

Email    : Admin@orang2sukses.com & mickieog@gmail.com

PAUL GILBERT

Posted in Tak Berkategori on April 25, 2008 by batikmadrim


“Salah satu dewa gitar dengan permainan paling cepat dan bersih”

Click for larger version Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert
Website Resmi: PaulGilbert.com
Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois – USA.
Group Band Saat Ini: Racer X
Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big
Pengaruh: Eddie Van Halen
Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT.
Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series
Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll.

Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock.

Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu.

Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine.

Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini.

Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya “Street Lethal “, kemudian “Second Heat” (1987) & “Live! Extreme Volume” (1988).

Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani “Billy Sheehan”, vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey.

Mereka meluncurkan album pertamanya “MR.BIG” dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober.

Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: “Live! Raw Like Sushi” (1990), “Mr Big – Lean into it” (1991), “Mr.Big – San Francisco Live” (1992), “Racer X – Live Extreme Volume 2” (1992), “Mr.Big – Bump Ahead” (1993), “Mr.Big – Live! Raw Like Sushi 2” (1994), “HEY MAN” & ” The best of MR.BIG” (1996), “Hard Rock Cafe”, ” Live At Budokan ” & solo ” King of Club” (1997)

Lagu “To Be With You” (dari Album “Lean Into It”) menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu.

Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo “Flying Dog”. Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua “Beehive Live” dan album ketiga Racer X “Technical Difficulties”.

Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album “Spaceship One” hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

EDDIE VAN HALEN

Posted in Tak Berkategori on April 25, 2008 by batikmadrim


“Pelopor teknik two handed tapping”

Click for larger version Nama Asli : Edward Lodewijk Van Halen
Tempat/Tgl Lahir : Amsterdam / 26 Januari 1955
Gaya Permainan : Hard Rock
Group Band : Van Halen
Pengaruh musikal : Eric Clapton, Jimmy Page
Teknik Andalan : Two Handed Tapping, Whammy Bar
Gitar : Frankenstein, Peavey Wolfgang, Kramers, Ernie Ball/MusicMan, Charvel, Steinbergers, Ibanez Destroyer, Fender Stratocaster, dll.
Efek : Evantide H3000 Intelligent Harmoniser, 2x Roland SDE 3000 Stereo Delays, BOSS SD1 Super Overdrive, MXR Phase 90, Dunlop Cry Baby Wah-Wah, Boss OC2 Octave Divider, Peavey Delta Stomp
Ampli : Marshall 100watt Super Lead, Sylvania EL34, 1989 Soldano SLO-100, Peavey 5150

Sebelum era permainan gitar shredd dipopulerkan oleh Yngwie Malmsteen pada tahun 1984, 6 tahun sebelumnya Eddie Van Halen telah lebih dulu sukses menggemparkan dunia musik. Teknik two handed tapping atau yang biasa disebut tapping saja telah berhasil secara mutlak meracuni lebih dari separuh gitaris rock yang ada di Amerika. Bukan hanya teknik tapping saja, ia juga mempopulerkan gaya permainan gitar hard rock yang sangat berbeda dari kebanyakan gitaris rock yang cukup kental permainan bluesnya. Solo gitarnya di tembang Eruption yang terdapat dalam album debut grupnya Van Halen secara mengejutkan menjadi perbincangan utama gitaris-gitaris rock dimasa itu.

Eddie Van Halen atau biasa disebut dengan panggilan singkat EVH, merupakan seorang imigran dari Belanda. Ia dan keluarganya pindah ke Amerika sekitar tahun 60an. Awalnya lebih dulu mempelajari piano dan kemudian sedikit konsentrasi di drum. Sedangkan kakaknya, Alex Van Halen malah mempelajari gitar. Diam-diam mereka berdua saling mencuri kesempatan mempelajari instrumen yang bukan miliknya. Alex belajar drum, EVH belajar gitar. Ternyata malah keduanya sepakat bertukar alat musik. Jadilah kemudian EVH menekuni gitar. Pada saat mulai belajar gitar, ia cukup terpengaruh dengan permainan dari Eric Clapton dan Jimmy Page. Kemudian mereka membentuk band bernama Mammoth yang akhirnya berganti menjadi Van Halen dengan masuknya Michael Anthony pada bass, dan David Lee Roth pada vocal. Band ini terbentuk secara resmi tahun 1974.

Album Van Halen yang dirilis tahun 1978 berhasil menembus charts Billboard sampai posisi 15 dan berhasil terjual sebanyak 2 juta keping yang salah satu menjadi penyebabnya adalah solo gitar EVH di lagu instrumental, Eruption. Nama Eddie Van Halen langsung berkibar karena ia berhasil mempopulerkan teknik tapping. Meski kontribusi dari David Lee Roth sebagai vocalis yang atraktif dan fenomenal juga tak bisa dipandang sebelah mata, namun bisa dibilang nama EVH lebih menjual. Namanya menjadi perbincangan dan berkali-kali meraih penghargaan sebagai Guitarist of The Year oleh majalah-majalah.

Selain teknik tapping yang menjadi trademarknya, EVH juga dikenal dengan senyumnya yang selalu ia tampilkan dalam segala kondisi. Tak heran gitaris-gitaris muda di Amerika begitu menghormatinya. EVH kemudian membuat penampilan gitar Fender Stratocasternya menjadi berbeda. Body berwarna merah dengan garis-garis putih menjadi salah satu nilai jualnya.

Album berikutnya dimasa David Lee Roth menjadi vocalis yang dirilis adalah Van Halen II (1979) dan Woman and Children First (1980), Fair Warning (1981), Diver Down (1982), dan sebuah album yang merupakan salah satu album masterpiece dari Van Halen yaitu 1984 yang dirilis tahun 1984. Di album 1984, EVH menampilkan permainan keyboard yang menawan. Malahan masyarakat awam lebih mengenal suara dan permainan keyboardnya di lagu Jump ketimbang teknik-teknik gitarnya. Lagu Jump berhasil menjadi juara 1 di charts Billboard.

Pada tahun 1983, sebelum album 1984 dirilis. EVH sempat bekerjasama dengan King of Pop, Michael Jackson. EVH ikut serta dalam proyek album Thriller yang nantinya terjual lebih dari 20 juta copy. Ia memoles lagu yang berjudul Beat It menjadi sedikit berwarna rock dan dance. Tak lupa juga EVH menampilkan solo gitar dan teknik tappingnya yang merajalela di lagu tersebut. Munculnya EVH di lagu tersebut mendapat respon yang luar biasa dengan perolehan menduduki puncak charts Billboard selama berminggu-minggu.

Tahun 1986 Van Halen mengalami perubahan formasi dengan mundurnya David Lee Roth dan digantikan oleh Sammy Haggar. Meskipun begitu, EVH tetap mampu menampilkan permainan-permainan gitar terbaiknya. Album-album berikutnya seperti 5150 (1986), OU812 (1988), For Unlwaful Carnal Knowledge (1991), dan Balance (1995) masih cukup mampu memperpanjang nafas Van Halen dalam dunia rekaman. Tak lama kemudian kembali Van Halen berganti vocalis dengan masuknya Gary Cherone (ex Extreme). Van Halen semasa Gary Cherone oleh banyak pihak dianggap sebagai era terburuk dengan ditandai kurang suksesnya album Van Halen III (1998). Tahun 2001 EVH terkena kanker mulut, ia terpaksa absen selama sekitar 2 tahun untuk proses penyembuhan.

JIMI HENDRIX

Posted in cherie on April 25, 2008 by batikmadrim

“Sang Dewa Gitar”

Click for larger version Nama Asli: James Marshall Hendrix
Tempat/Tgl Lahir: Seattle, 27 November 1942
Gaya Permainan: Blues & Rock
Group Band: Jimi Hendrix Experience, Band of Gipsy, The Velvetones
Pengaruh musikal: Bob Dylan, B.B. King, Muddy Waters, Howlin’ Wolf, Buddy Holly, dan Robert Johnson
Gitar Yang Digunakan: Fender Stratocaster
Efek : Vox Clyde McCoy wah pedal, Roger Mayer Octavia, Dallas Arbiter Fuzz Face

Terlahir dengan nama Johnny Allen Hendrix yang kemudian diganti menjadi James Marshall Hendrix oleh ayahnya, James “Al” Hendrix. Jimi semasa kecilnya sering berpura-pura menjadi gitaris setelah menyaksikan penampilan B. B. King. Ia menggunakan ukulele sebagai gitarnya. Melihat ketertarikan Jimi pada gitar, kemudian ayahnya membelikan dia sebuah gitar second hand seharga 5 dollar pada saat ia berusia 16 tahun. Ia pun bergabung dengan grup band pertamanya, The Velvetones yang hanya bertahan selama 3 bulan. Pada musim panas berikutnya ayahnya membelikan gitar elektrik Supro Ozark 1560 S. Kemudian ia bergabung dengan band The Rocking Kings.

Tahun 1961 ia meninggalkan Inggris untuk hijrah ke Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu prajurit United States Army. Namun sebuah cedera yang ia dapatkan saat terjun payung memaksanya batal untuk menjadi prajurit. Ia pun mulai menjadi gitaris cabutan dengan nama Jimmy James. Disini ia bertemu Little Richards dan kemudian membentuk bandnya yang bernama Jimmy James and The Blue Flames. Awal tahun 1965, Jimi bermain dalam sebuah acara kecil di kawasan Greenwich Village. Dalam sebuah jam session kecil dengan bassis grup Animal, Chas Candler. Chandler sangat terperana melihat permainan Jimi. Hingga setahun kemudian ia mengajak Jimi untuk kembali ke London dan membentuk band mereka dengan memasukkan drummer Mitch Mitchel. Chas Candler sendiri lebih memilih menjadi manager dan posisi bassis diisi oleh Noel Redding. Band tersebut diberi nama Jimi Hendrix Experience dan mulai menjadi pembicaraan di London sepanjang tahun 1966.

Single pertamanya, Hey Joe berhasil masuk kedalam Top UK Charts selama 10 minggu. Melihat antusiasme yang bagus, Jimi cs segera merelease album Are You Experienced?. Dengan memuat nomor-nomor seperti Purple Haze, The Wind Cries Mary, Foxey Lady, Fire, dan Are You Experienced? di masa mendatang, album ini merupakan album rock terpopuler sepanjang masa. Selain itu, album tersebut menjadi sangat fenomenal dan meroketkan nama Jimi Hendrix. Setiap penampilannya selalu ditonton ratusan bahkan ribuan orang.

Sukses album pertama membuatnya segera merampungkan album berikutnya, Axis: Bold As Love pada tahun 1968. Di album ini ia berusaha keras mengeksplorasi permainan gitarnya. Ia kemudian kembali ke Amerika untuk membangun studionya yang bernama Electric Lady Studio yang berlokasi di kota New York.

Bulan Agustus 1969, Jimi Hendrix tampil dalam salah satu event musik terbesar di Amerika, Woodstock. Kali ini ia tidak membawa nama Experience, tetapi bersama Gypsy Sun & Rainbows yang juga menampilkan Mitch Mitchell, Billy Cox, Juma Sultan, dan Jerry Velez. Namanya semakin berkibar sebagai gitaris nomor satu dunia. Semua penonton yang menyaksikan permainan gitarnya begitu terpukau. Ia menampilkan aksi solo gitar yang dirangkai dengan aksi panggung yang liar seperti memetik senar gitar dengan menggunakan gigi, membakar gitar, memainkan feedback, distorsi, dan aksi merusak gitar lainnya. Setelah itu ia membentuk grup baru yang bernama Band of Gipsy dan melepas album Hendrix: Live At The Fillmore East in 1999. Setahun berikutnya ia kembali membentuk Jimi Hendrix Experience dan merampungkan album yang berjudul First Rays Of The New Rising Sun. Namun sebuah tragedi menyebabkan ia tak bisa merasakan hasil jerih payahnya dalam album tersebut. 18 September 1970 ia ditemukan tewas. Di sampingnya ditemukan sejumlah pil tidur. Polisi mengatakan ia tewas akibat overdosis. Penampilan terakhirnya sebelum tewas yaitu bersama band asal Amerika yang bernama War di Ronnie Scott’s club, London.

Semua orang tidak akan menolak apabila dikatakan bahwa ia adalah pelopor dan inspirator terbesar dalam permainan gitar yang berkembang di abad ke-20. Karya-karyanya selalu menjadi referensi para gitaris-gitaris baik yang masih pemula maupun yang sudah master sekalipun. Ia yang mempopulerkan trik-trik bermain gitar elektrik seperti Feedback dan distorsi yang akhirnya dipakai oleh semua gitaris yang menggunakan gitar elektrik dimasa depan. Sudah tak terhitung banyaknya gitaris yang menjadikannya sebagai influence musik terbesar mereka. Nama-nama seperti Brian May, Yngwie Malmsteen, Ritchie Blackmore, Steve Lukather, Eric Clapton, Slash, Joe Satriani, Paul Gilbert, dan Steve Vai hanyalah sedikit dari gitaris-gitaris yang terinfluence permainannya. Bukan hanya permainan gitarnya saja yang banyak dicontek, tetapi lagu-lau karyanya seperti Little Wing, Voodo Child, dan Red House menjadi lagu-lagu yang paling sering dibawakan baik dalam bentuk penampilan Live maupun rekaman. Dalam setiap voting atau polling di majalah-majalah, ia selalu terpilih sebagai The Greatest Guitarist All Time.

JOE SATRIANI

Posted in cherie on April 25, 2008 by batikmadrim


“Steve Vai: selama Joe Satriani tetap berkarya, saya akan tak akan kehilangan inspirasi”

Click for larger version Nama Lengkap: Joe Satriani
Website Resmi: Satriani.com
Tempat/Tgl Lahir: 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA
Group Band Saat Ini: Joe Satriani
Group Band Sebelumnya: The Squares
Pengaruh: Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore
Gitar: Ibanez JS Series
Keahlian: Tapping, Alternate Picking, dll

Joe Satriani, pertama kali belajar gitar pada saat berumur 14 tahun. Pada umur 15 tahun, Joe sudah mengajar gitar (selama 3 tahun) kepada beberapa muridnya yang antara lain adalah Steve Vai, Kirk Hammet (Metallica) dan Larry LaLonde (Primus). Dapat dibayangkan betapa tekunnya dan cepatnya Joe mendalami permainan gitarnya.

Sambil mengajar di Second Hand Guitar, Berklee, Joe merilis albumnya yang pertama tahun 1986 yang berjudul Not Of This Earth. Tahun berikutnya, Surfing With The Alien dirilis dan mendapatkan gold dan platinum sales. Tahun 1989 Surfing in a Blue Dream pun dirilis dan mencapai angka 750.000 keping untuk penjualannya dan masuk ke nominasi Grammy Awards. Tahun 1992 The Extremist dirilis yang juga masuk nominasi Grammy Awards dan mencapai peringkat 24 di Billboard chart.

Tahun berikutnya, Time Machine (dobel CD) dirilis. Di tahun 1995 album yang berjudul Joe Satriani dirilis dan lagu My World masuk nominasi Grammy Awards. Tahun 1998 Joe merilis albumnya yang ke delapan berjudul Crystal Planet.

Di tahun 2000 Joe merilis album Engines Of Creation. Di album ini Joe melakukan eksperimen dengan rekaman menggunakan rhytm-rhytm yang dibuat di komputer. Tahun 2001 Joe merilis album live nya Live in San Fransisco.

Selain merilis album solonya, Joe Satriani juga merupakan penggagas diadakannya G3. Bersama Steve Vai, Joe sudah beberapa kali mengadakan konser G3 dengan dewa gitar lainnya seperti Eric Johnson (1996), Adrian Leggs, Kenny Wayne Shepherd dan Robert Fripp (1997), Michael Schenker dan Uli John Roth dengan Brian May sebagai Guest Star untuk show di London dan Patrick Rondat di Perancis (1998) dan John Petrucci (2001).

Joe Satriani juga berpartisipasi dalam proyek Merry Axemas-nya Steve Vai dan memainkan satu lagu Silent Night yang di aransemen ulang dan juga pernah mengisi posisi gitar untuk Deep Purple di tahun 1990an.

Setelah Engines of Creation album seperti apalagi yang akan dirilis Joe Satriani berikutnya? Kita nantikan saja!!

album 8 : Octavarium (III – Kupas lagu)

Posted in cherie on April 25, 2008 by batikmadrim

Dream Theater – album 8 : Octavarium (III – Kupas lagu)

cd_okta.jpg1. The Root Of All Evil
[VI. READY]
[VII. REMOVE]

Referensi musik :
– Suara langkah kaki bersepatu, kemungkinan merujuk pada akhir lagi Finally Free (Metropolis Pt. 2 – Scenes From a Memory)
– Intro suara tom drum merujuk pada lagu This Dying Soul (Train of Thought) – 0:25 – 1:00
– Intro lagu mengingatkan kepada lagu Welcome to the Machine (Pink Floyd)
– Kunci awal gitar selama intro sebelum bunyi drum adalah kunci yang sama dengan yang dimainkan selama konser tur When Dream and Day Unite di tahun 1989.
– Nada-nada vocal dari menit 4:55 sampai 5:16 serupa dengan lagu This Dying Soul (Train of Thought)
– Solo pada menit ke 5:18 sangat menyerupai dengan solo dari The Glass Prison (Six Degrees of Inner Turbulence)
Hal tersembunyi :
– Nada piano diawali dnegan kunci F, kunci yang sama dengan kunci akhir dari lagu In The Name Of God pada album Train of Tought.
Tambahan :
– Lagu ini adalah bagian ke 6 dan ke 7 dari 12 langkah penanganan problem kecanduan alkohol yang dilakukan oleh Mike Portnoy
– Seri keseluruhan (belum lengkap) adalah
Seri 1 : The Mirror – Awake
Seri 2 : Lie – Awake
Seri 3 : The Glass Prison – Six Degrees of Inner Turbulence : bagian I, II dan III
Seri 4 : This Dying Soul – Train of Thought : bagian IV dan V
Seri 5 : The Root Of All Evil – Octavarium : bagian VI dan VII
untuk seri lengkapnya akan gue jabarin di postingan lain yaaaa ….

2. The Answer Lies Within

Referensi musik :
– Suara latar violin di menit 2:36 dimainkan sebagai tema utama nada dari lagu Octavarium
– Selama bagian yang tersembunyi dari lagu ini pada bagian akhir terdengar suara yang sangat serupa dengan penutupan lagu Great Gig in the Sky milik Pink Floyd
Hal tersembunyi :
– Bell dia awal lagi berdentang 8 kali (sama dengan jumlah dentangan bell pada The Glass Prison)

3. These Walls

Hal tersembunyi :
– Intensitas detak jantung di akhir lagu adalah 58 bpm/beat per minutes

4. I Walk Beside You

Referensi Musik :
– Detik suara jam mungkin merujuk pada lagu Regression ( Metropolis Pt. 2 – Scenes From a Memory )
– Suara gitar pada bagian chorus lagu hampir serupa dengan Lifting Shadows off a Dream (Awake)
– Pembukan dari lagu ini sangat U2 sekali
Tambahan :
– Lagu ini mungkin merujuk pada Yesus Kristus yang akan menolong seseorang melewati semua masalah kehidupan

5. Panic Attack

Referensi Musik :
– Riff lagu Skeezix Delima milik Tourniquette pada menit 0:15
– Double gitar dengan style Iron Maiden pada menit 5:43
– Piano pada menit 1:27 – 1:43 terdengar seperti lagu Fatal Tragedy (Metropolis Pt. 2 – Scenes From a Memory )
– Riff akhir dari lagu berulang 5 kali untuk masing-masing speaker (kanan dan kiri), termasuk riff awal yang dimainkan sangat jelas dan termasuk sebagi akhiran dari lagu
– Pada bagian yang tersembunyi hampir mendekati dengan lagi Several Species of Small Furry Animals Gathered Together In a Cave and Grooving With a Pict milik Pink Floyd

6. Never Enough

Referensi Musik :
– Pembukaan awal lagu ini terdengar seperti milik Muse
– Melodi pada chorus lagu ini mengingatkan kepada solo Gilmour (Pink Floyd) pada lagu Echoes (versi Live at Pompeii)

7. Sacrificed Sons

Referensi Musik :
– Outro dari lagu She’s So Heavy milik The Beatles terasa pada menit ke 3:35
– Solo pada menit ke 4:41 diambil dari lagu A Change of Seasons, Peruvian Skies, Fatal Tragedy, dan Natural Science (milik Rush)
– Melodi pada menit ke 7:02 – 7:32 adalah melodi dari Teddy Bear’s Picnic
Hal tersembunyi :
– Pada pembukaan lagu terdapat 8 suara yang berbeda

8. Octavarium
[I. SOMEONE LIKE HIM]
[II. MEDICATE (AWAKENING)]
[III. FULL CIRCLE]
[IV. INTERVALS]
[V. RAZOR’S EDGE]

Referensi Musik :
– 00:00 – 3:48 diambil dari : Shine On You Crazy Diamond dan Tangerine Dream (Pink Floyd), Scenes (Marty Friedman), dan Bijou (Queen)
– 03:49 – Tema utama lagu diambil dari suara violin pada akhir lagu The Answer Lies Within
– 04:33 – Suara flute yang menyerupai Änglagård flute pada tema Godfather
– 06:33 – Tema piano pada lagu Bohemian Rhapsody (Queen)
– 09:00 – Versi vocal dari Anna Lee dimainkan dengan 2 style, bass gitar secara groove dan gitar secara arpeggio
– 12:15 – Permainan keybord ala Marillion sangat terasa
– 12:17 – Sequential Circuites Prophet 5 synth part milik Styx
– 17:47 – Potongan lagu Jingle Bells pada permainan keyboards
– 17:55 – Potongan permainan gitar akustik oleh Neal Morse
– 18:43 – Suara vocal menggunakan style ala Dave Mustaine
– 19:55 – Pengulangan tema Godfather
– 21:30 – Tone gitar sangat Brian May sekali
Hal yang tersembunyi :
– 14:03 – Seseorang mengatakan “This is where we came in“. Bagian ini sangat mungkin merujuk pada lagu The Wall (Pink Floyd) dimana diakahir lagiu the Wall terdengar seseorang mengatakan “So this is where…” sedangkan di awal lagu seseorang mengatakan “…we came in.”. Ini sesuai dengan fokus Octavarium, dimana sesuatu berputar dan berulang, akhir adalah awal.

[I. SOMEONE LIKE HIM]
Someone like him terlihat seperti kelanjutan dari tema Carpe Diem yang membuat album A Change of Seasons sanagt terkenal. tema lagu ini ingin membuat hari-hari kehidupan seseorang, tidak seperti ‘him’ yang tidak diketahui – yang merasa hidup adalah membosankan, adalah suatu rutinitas. Yang pada akhirnya perubahan akan terjadi setelah kerumitan dalam jangka waktu tertentu terlewati. Hal ini akan dijelaskan pada bagian selanjutnya dari lagu ini.
Teori lain tentang bagian ini adalah bahwa bagian ini berbicara tentang karir musik John Petrucci, yang pada awalnya dia mengagumi bintang idolanya tetapi dia tidak ingin menjadi pemusik. Hal ini berlanjut dengan berubahnya keinginan dia dan mewujudkan impiannya yang diinginkan.

[II. MEDICATE (AWAKENING)]
Medicate (awakening) menceritakan tentang kisah yang serupa dengan tema film Awakening yang dibintangi oleh Robert de Niro.
Bagian ini digambarkan penuh dengan tema kesinambungan, dimulai dengan keadaan tidur ‘catatonic‘ dan diakhiri dengan keadaan ini juga.
Teori lain tentang bagian ini adalah bahwa bagian ini merupakan sebuah percakapan antara James LaBrie dengan penasehat fisik dan mentalnya, setelah dia melakukan operasi sebelum tur Waking Up The World Tour.

[III. FULL CIRCLE]
Full Circle adalah bagian diaman tema utama dari octavarium benar-benar ditunjukkan.
Paragraf 1 dan 4 dari bagian ke III ini disusun dari potongan-potongan judul lagu ataupun hal-hal lain :
Sailing on the Seven Seas – OMD (judul lagu)
also possibly Seven Seas of Rhye – Queen (judul lagu)
Seize the Day – Tema album A Change of Seasons dan film Dead Poet’s Society
Day Tripper – The Beatles (judul lagu)
Per Diem – kata latin yang berarti ’setiap hari’
Carpe Diem adalah versi latin dari kata ‘Seize the Day’
Jack the Ripper – Morrissey (judul lagu)
The Ripper – Judas Priest (judul lagu)
Ripper Owens – Vocalist grup Iced Earth (ex-Judas Priest)
Owen Wilson – Aktor
Wilson Phillips – Band
Supper’s Ready – Genesis (judul lagu)
Lucy in the Sky with Diamonds – The Beatles (judul lagu)
Diamond Dave – David Lee Roth (judul album)
Dave’s Not Here – Cheech & Chong (judul album)
Here I Come to Save the Day – Ungkapan Mighty Mouse
Day for Night – Spock’s Beard (judul lagu)
Nightmare Cinema – Penampilan Dream Theater tahun1995, dimana mereka mertukar posisi instrumen dan membawakan lagu grup lain (biasanya lagu-lagu Deep Purple)
Cinema Show – Genesis (judul lagu)
Show Me the Way – Styx (judul lagu)
Get Back – The Beatles (judul lagu)
Flying off the Handle – Ungkapan
Handle with Care – Travelling Wilburys (judul lagu)
Careful with that Axe, Eugene – Pink Floyd (judul lagu)
Gene, Gene the Dance Machine – The Gong Show
Machine Messiah – Yes (judul lagu)
Light My Fire – The Doors (judul lagu)
Gabba Gabba Hey Hey – The Ramones (lirics)
Hey Hey, My My – Neil Young (judul lagu)
My Generation – The Who (judul lagu)
Home Again – dari lagu “Breathe” dan “Time” dalam album milik Pink Floyd (Dark Side of the Moon)

[IV. INTERVALS]
dalam bagian Interval terdengar Mike Portnoy mengucapkan hitungan sebelum setiap paragraf dinyanyikan oleh James LaBrie. Masing-masing paragraf menggambarkan masing-masing lagu dalam album octavarium dan klip dari lagu tersebut diputar sebagai background dari bagian ini. (yang ini kita kudu nonton video klipnya neeeh ….)

MP mengucapkan “Root”
“Take all of me” (menit 3:03 dari lagu The Root Of All Evil) diputar sebagai background

MP mengucapkan “Second”
“Don’t let the day go by” (menit 4:21 dari lagu The Answers lies Within) diputar sebagai background

MP mengucapkan “Third”
Klip dari These Walls diputar sebagai background

MP mengucapkan “Fourth”
“I walk beside you” (menit 1:06 dari lagu I Walk Beside You) diputar sebagai background

MP mengucapkan “Fifth”
“Hysteria” (menit 3:55 in Panic Attack) diputar sebagai background

MP mengucapkan “Sixth”
“What would you say” (menit 3:03 dari lagu Never Enough) diputar sebagai background

MP mengucapkan “Seventh”
Klip dari Sacrificed Sons diputar sebagai background

MP mengucapkan “Octave”
“Side effects appear” (menit 11:52 dari lagu Octavarium part II) diputar sebagai background

Lirik ini mengekspresikan dimana lingkaran kehidupan adalah berulang, akhir adalah awal dan akan selalu berputar selamanya tanpa ada jalan untuk melarikan diri. Ini mungkin bahwa Dream Theater berbicara tentang fakta karir musik mereka yang berulang seperti lingkaran, dan sekarang, setelah album studio ke 8, mereka tidak akan berada dibawah perusahaan rekaman lagi (?), kehidupan mereka sebagai musisi berputar menjadi diri mereka sendiri.
Lagu ini diakhiri dengan nada piano yang sama seperti mereka memulai lagu pertama di awal album, yang menegaskan bahwa cerita berakhir seperti dimana cerita dimulai.

[V. RAZOR’S EDGE]

lagu ini berakhir pada bagian ke V, yang secara harfiah akan kembali berurut ke bagian ke VI yang berada pada awal album, The Root Of All Evil.

Posted in cherie with tags on April 25, 2008 by batikmadrim

Dream Theater – album 9 : Systematic Chaos

art006.jpg

==== TOP PRESS ====

album ini sudah masuk ke indonesia, kemaren mascha dahbeli CD-na di cibubur plaza. ayo dapatkan secepatnya … kekekeke

========================

Systematic Chaos adalah album studio ke 9 yang dihasilkan oleh band progressive metal ini dan merupakan album pertama Dream Theater dibawah label perusahaan Roadrunner Record.

Pembuatan/rilis

Album ini ditulis dan direkam dari bulan september 1996 hingga january 2007 di Avatar Studio New York dengan Mike Portnoy dan John Petrucci sebagai co-produser.

Mixing terakhir album ini dilakukan bertepatan dengan hari Valentine, 4 Februari. Sementara itu, pembuatan master CD dan daftar lagu dirilis pada tanggal 21 Februari, sedangkan peluncuran albumnya sendiri dilaksanakan pada tanggal 5 juni 2007.
Selain beredar dalam versi standar, diedarkan pula edisi spesial dalam bentuk DVD, yangberisikan isi dari CD standar dengan bonus dokumenter pembuatan album tersebut, “Chaos in Progress – The Making of Systematic Chaos”.

Lagu

Dalam interview dengan tama.com, mike portnoy menggambarkan album ini sebagai : “Berat dan berteknik, kuat dan dinamis – semua element yang diinginkan oleh para penggemar DT tersaji dalam albun ini, seperti kompilasi dari album-album DT terdahulu. Sangat dramatik dan agresif.”
50 orang penggemar DT yang berasal dari NY diberi kesempatan untuk berperan serta pembuatan album ini, kesempatan ini di berikan di forum internet mike portnoy. Dan hasilnya seperti yang terdengar pada suara latar di lagu “Prophets of War” dan juga pada lagu”In the Presence of Enemies Pt. 2″.
Repentance“, lagu ke 5 dari album ini merupakan lagu ke 6 dari 12 langkah penanganan problem kecanduan alkohol yang dilakukan oleh Mike Portnoy, dan memuat bagian ke VIII dan ke IX, berikut lengkapnya :
Seri 1 : The Mirror – Awake
Seri 2 : Lie – Awake
Seri 3 : The Glass Prison – Six Degrees of Inner Turbulence : bagian I, II dan III
Seri 4 : This Dying Soul – Train of Thought : bagian IV dan V
Seri 5 : The Root Of All Evil – Octavarium : bagian VI dan VII
Seri 6 : Repentance – Systematic Chaos : bagian VIII dan IX

Lagu Constant Motion yang merupakan single pertama dari album ini dirilis pada 27 april 2007, dan disusul videonya ada 13 juli 2007. Sebelum diumumkan sebagai single, lagu ini diisukan bakal menjadi satu-satunya lagu instrumental dalam album ini, tetapi itu bukan masalah, nyatanya album ini menjadi album ke 3 tanpa track intrumental (selain Images and Words dan Octavarium).
Menurut Mike Portnoy (yang juga salah satu produser album ini), lagu “In the Presence of Enemies” di pecah menjadi 2 bagian, yang pertama ada di track pertama dan yang kedua ada di track terakhir, meskipun dipisah tetapi lagu itu tetap merupakan 1 kesatuan, dia menjanjikan bahwa kedua track tersebuat akan dimainkan secara berurutan dalam sesi live-nya. Teknik pemenggalan dalam lagu ini berbeda dengan pembagian pada lagu “A Change of Seasons” atau “Octavarium”, dengan teknik ini, maka lagu ini menjadi lagu kedua terpanjang milik dream theater.

Track listing

  1. In the Presence of Enemies Pt. 1” – 9:00 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
    I. Prelude
    II. Resurrection
  2. Forsaken” – 5:36 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  3. Constant Motion” – 6:55 (Dream Theater, lyrics by Portnoy)
  4. The Dark Eternal Night” – 8:51 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  5. Repentance” – 10:43 (Dream Theater, lyrics by Portnoy)
    VIII. Regret
    IX. Restitution
  6. Prophets of War” – 6:01 (Dream Theater, lyrics by LaBrie)
  7. The Ministry of Lost Souls” – 14:57 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  8. “In the Presence of Enemies Pt. 2” – 16:38 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
    III. Heretic
    IV. The Slaughter of the Damned
    V. The Reckoning
    VI. Salvation

Working titles

Seperti yang tampak pada DVD “Chaos in Progress – The Making of Systematic Chaos“, penamaan list sewaktu proses [perekaman adalah sebagai berikut :

  1. “The Pumpkin King” (In The Presence Of Enemies)
  2. “Korma Chameleon” (Constant Motion)
  3. “Carpet Babies” (Prophets Of War)
  4. “Schindlers Lisp” (The Ministry Of Lost Souls)
  5. “N.A.D.S” (The Dark Eternal Night)
  6. “Jetlag” (Forsaken)
  7. “Fisheye” (Repentance)


Album baru Dream Theater : Systematic Chaos

AAAAHHH !! akhirnya keluar juga album ke 9 DT, Systematic Chaos.

Album ini di release per-5 Juni 2007 dengan 2 model design sampulnya.

Yang reguler bergambar interchange jalan tol dengan warna hijau pucat kekuning-kuningan sementara yang special edition bergambar traffic light yang digantung diatas kawat berduri dengan background warna oranye kehitaman.

  1. In The Presence of Enemies Pt.1 (9:00)
  2. Forsaken (5:36)
  3. Constant Motion (6:55)
  4. The Dark Eternal Night (8:51)
  5. Repentance (10:43)
  6. Prophets Of War (6:01)
  7. The Ministry of Lost Souls (14:57)
  8. In The Presence of Enemies Pt.2 (16:3 8)

Sebagai penggemar berat DT, mascha sangat surprise dengan album ini. Semua yang kita inginkan dan kita harapkan ada pada album ini.

Dimulai dengan lagu In The Presence of Enemies Pt.1 yang menuntut kesabaran kita menunggu hingga hampir menit ke 5 untuk mendengarkan suara James LaBrie. Suatu cara efektif (nurut gw siih) buat nggambarin isi dari album ini.

Nurut gw album ini bakalan jadi album epic DT yang kereen. Total waktu putar Systematic Chaos mendekati 1:20 menit, dengan waktu terpendek adalah lagu Forsaken (5:36).

Style album ini tetap berpegang pada progressive dengan corak baladda yang di mix dengan epic-metal alla metallica. Lirik pada album ini agakberbeda dengan album2 terdahulu, disini DT menghadirkan beberapa lirik tentang fantasi mereka, tetapi lirik tentang personal tetap mereka pertahankan